Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2026

21

  London. Somerset House. Akhir Musim Semi, 2029. Somerset House berdiri dengan kemegahan neoklasik yang angkuh di tepi Sungai Thames, menjadi saksi bisu atas sebuah perjamuan yang bagi dunia luar adalah simbol cinta, namun bagi William Hayes adalah sebuah pemakaman moral. William berdiri di sudut ruang resepsi, memegang gelas sampanye kristal dengan ujung jari yang tenang. Ia mengenakan tuksedo  bespoke  hitam yang membungkus tubuhnya dengan presisi seorang pembedah. Ia tidak menyentuh minumannya. Matanya yang dingin dan tajam mengamati kerumunan elit London seolah mereka adalah spesimen di bawah mikroskop. Hari ini adalah pernikahan Julian Hayes dan Sarah. William memasang senyumnya, senyum yang dirancang khusus untuk acara sosial: terbuka, menghargai, dan sama sekali kosong. Ia harus mempertahankan identitasnya sebagai  Golden Boy . Dunia harus melihatnya sebagai putra angkat yang berbakti, yang terbang jauh-jauh dari New York untuk merayakan kebahagiaan ayahnya y...

20

  Vila William, New York. Desember 2026. Pasca insiden gagal jantung yang nyaris merenggut nyawa itu, atmosfer di dalam vila berubah total. Kesunyian yang mencekam kini digantikan oleh rutinitas medis yang membosankan dan steril. William Hayes, sang predator yang biasanya menuntut dan mendominasi dengan kekerasan, tiba-tiba bermetamorfosis menjadi sosok perawat yang paling telaten, sekaligus paling menyebalkan bagi Adrian Vance. Di dunia luar, William adalah bintang baru. Sebagai pengacara muda yang sedang naik daun, ia dikenal karena otoritas kerjanya yang rapi, terstruktur, dan kemampuannya memuaskan klien di setiap persidangan. Namun di dalam rumah ini, ia hanyalah seorang pria yang terobsesi menjaga "nyawa" mainannya tetap berdetak. "Minum ini, Ayah. Jangan membantah," ujar William lembut, menyodorkan segelas air dan deretan obat penekan penolakan organ. Adrian menepis tangan William dengan lemah, namun William tidak membalas dengan amarah. Ia hanya tersenyum ti...

19

  New York, Amerika Serikat. Awal Tahun 2026. Di rumah baru milik pamannya, tempat yang hanya diketahui oleh orang-orang terdekat William Hayes sedang menikmati momen di mana ia bisa melepas segala topeng. Rumah mewah namun hanya memiliki beberapa warna saja, bahkan tidak ada taman bunga. Ini memang benar-benar selera pamannya. William bahkan merekomendasikan pamannya untuk mulai mengoleksi barang antik juga di rumah ini. Paman William, yang dikenal dengan nama Dean, duduk di seberangnya sambil menyalakan cerutu. Sebagai salah satu jaringan kunci sekaligus mentor yang membentuk logika William, Dean adalah sedikit dari orang yang bisa melihat sisi asli keponakannya di balik persona Golden Boy. William duduk di sofa mahal, tetapi matanya memancarkan ketidakpuasan yang tajam. "Will, bagaimana dengan pasanganmu?" tanya Dean, asap cerutu membubung di antara mereka. "Dia masih belum bangun, Paman. Aku benar-benar membencinya. Kenapa dia harus takut denganku? Atau dia tidak mau...

18

  New York, United States. 1:00 AM Kemarin, William Hayes meninggalkan London secepat ia tiba. Pertemuan itu, yang sukses dan penuh ironi, dengan Julian dan Sarah diakhiri dengan tawa palsu dan janji-janji masa depan yang cerah. Ia kembali ke New York, namun, kali ini, ia tidak menuju ke apartemen kecilnya yang berfungsi sebagai kedok mahasiswa yang sibuk, melainkan menuju kevilla miliknya, sebuah properti tersembunyi, benteng isolasi yang hanya dikenal oleh segelintir orang terpilih. Properti itu terletak di wilayah rahasia  Mr. Sinclair  yang dihormati. Sebuah jaringan yang William kuasai melalui koneksi gelap yang diwarisi dan dikembangkan. Ini adalah wilayah yang sepenuhnya  di luar  kendali Julian Hayes; ini adalah wilayah William yang sesungguhnya. Mobil hitam yang menjemputnya melaju melewati pintu gerbang setinggi dua meter. Vila itu sunyi, dingin, dan dikelilingi oleh hutan pinus yang lebat. William, yang kini kembali mengenakan setelan kasual, berjalan...