London. Somerset House. Akhir Musim Semi, 2029. Somerset House berdiri dengan kemegahan neoklasik yang angkuh di tepi Sungai Thames, menjadi saksi bisu atas sebuah perjamuan yang bagi dunia luar adalah simbol cinta, namun bagi William Hayes adalah sebuah pemakaman moral. William berdiri di sudut ruang resepsi, memegang gelas sampanye kristal dengan ujung jari yang tenang. Ia mengenakan tuksedo bespoke hitam yang membungkus tubuhnya dengan presisi seorang pembedah. Ia tidak menyentuh minumannya. Matanya yang dingin dan tajam mengamati kerumunan elit London seolah mereka adalah spesimen di bawah mikroskop. Hari ini adalah pernikahan Julian Hayes dan Sarah. William memasang senyumnya, senyum yang dirancang khusus untuk acara sosial: terbuka, menghargai, dan sama sekali kosong. Ia harus mempertahankan identitasnya sebagai Golden Boy . Dunia harus melihatnya sebagai putra angkat yang berbakti, yang terbang jauh-jauh dari New York untuk merayakan kebahagiaan ayahnya y...
Vila William, New York. Desember 2026. Pasca insiden gagal jantung yang nyaris merenggut nyawa itu, atmosfer di dalam vila berubah total. Kesunyian yang mencekam kini digantikan oleh rutinitas medis yang membosankan dan steril. William Hayes, sang predator yang biasanya menuntut dan mendominasi dengan kekerasan, tiba-tiba bermetamorfosis menjadi sosok perawat yang paling telaten, sekaligus paling menyebalkan bagi Adrian Vance. Di dunia luar, William adalah bintang baru. Sebagai pengacara muda yang sedang naik daun, ia dikenal karena otoritas kerjanya yang rapi, terstruktur, dan kemampuannya memuaskan klien di setiap persidangan. Namun di dalam rumah ini, ia hanyalah seorang pria yang terobsesi menjaga "nyawa" mainannya tetap berdetak. "Minum ini, Ayah. Jangan membantah," ujar William lembut, menyodorkan segelas air dan deretan obat penekan penolakan organ. Adrian menepis tangan William dengan lemah, namun William tidak membalas dengan amarah. Ia hanya tersenyum ti...