Setelah mandi, Adrian membungkus tubuhnya dengan handuk lembut dan mulai mengeringkan rambut yang mulai memutih dengan kasar. Dia membuka pintu kamar mandi. Pandangannya langsung berbaring ke kasur berukuran king di tengah kamar. Di sana, berbaring santai dengan bantal yang disandarkan di punggung, ada sosok lain. Seorang pria. Dia mengenakan kemeja sutra putih yang longgar dan celana tidur yang serasi. Di tangannya, ia memegang sebuah buku tua bersampul kulit. Wajahnya begitu muda—mungkin baru memasuki usia dua puluhan—dengan fitur yang sangat tampan, hampir tidak nyata, dan tanpa cela. Jika dibandingkan dengan Adrian yang kini berusia paruh baya, yang didekorasi oleh lingkaran hitam di bawah mata dan kerutan lelah, pria muda di kasur itu tampak seperti dewa muda yang baru turun ke bumi. Adrian terkejut. Kehadiran yang begitu santai di dalam ruangan adalah suatu pelanggaran batas yang mencolok. Siapa yang berani masuk ke sini tanpa izin? Pria itu pasti bukan salah s...